Tampilkan postingan dengan label Sepeda. Tampilkan semua postingan

Sejarah Sepeda Downhill



Sekitar tahun 70-an, beberapa bukit di Utara San Francisco, Amerika Serikat, selalu diramaikan dengan raungan sepeda motor. Sejumlah remaja memilih lereng gunung sebagai arena kebut-kebutan. Salah satu tempat favorit mereka adalah Mount Tamalpais. Bagi para pengebut ini, kenikmatan yang diperoleh saat melaju menuruni lereng bukit berbeda dengan saat berpacu di sirkuit motor. Semakin hari penggemar kebut lereng ini semakin banyak. Pemerintah setempat mulai cemas, karena selain menimbulkan kebisingan, kegiatan ini juga menyebabkan erosi dan merusak persediaan air tanah di perbukitan itu. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, akhirnya pemerintah San Francisco melarang kegiatan kebut lereng ini. Larangan itulah yang kemudian menjadi cikal bakal olah raga sepeda gunung atau mountain bike.

Sepeda downhill di era kemunculannya


Karena sudah terlanjur ketagihan, para pebalap ini mencari jalan lain agar tetap bisa meluncur menuruni bukit, tanpa harus melanggar larangan pemerintah setempat. Akhirnya mereka memilih sepeda. Untuk menghemat waktu dan supaya tidak terlalu meletihkan, ketika menaiki bukit sepeda diangkut dengan mobil pick-up atau truck. Dari puncak bukit, sepeda kemudian ditunggangi menuruni bukit melalui medan yang unik dan mengasyikan. Kegiatan semacam ini mereka namakan downhill (turun bukit). Pada awalnya berbagai macam sepeda diikutsertakan, tetapi karena medannya cukup berat, banyak sepeda yang menjadi korban dan hancur, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Sepeda yang cocok untuk kegiatan semacam ini adalah sepeda yang kuat dan memiliki tapak ban yang lebih lebar dibandingkan ban sepeda biasa. Satu-satunya sepeda yang memenuhi persyaratan itu adalah sepeda Schwinn Excelsior. Sepeda yang sebenarnya sudah diproduksi sejak tahun 1933 ini menggunakan konstruksi yang sederhana tapi kokoh penampilannya. Perancangnya adalah Ignaz Schwinn, seorang imigran dari Jerman. Desainnya yang sederhana sangat disukai oleh para loper koran. Pada saat itu, hampir semua loper koran di Amerika menggunakan sepeda Schwinn.

Joe Breeze saat ini dengan sepeda the Breezer Series I


Kemudian bermunculan sepeda-sepeda yang lebih canggih, menawarkan gigi percepatan dan body yang lebih ringan. Excelsior mulai tergeser. Anak-anak muda lebih menyukai sepeda BMX dan semacamnya. Tahun 1941, produksi Excelsior dihentikan. Setengah abad kemudian, sepeda Excelsior mulai dilirik kembali. Tetapi muncul masalah, ketika menuruni bukit, rem Excelsior sering mengalami over heating. Pemilik sepeda harus membuka rumah rem dan mengganti gemuk atau stempet yang sudah mencair dengan yang baru. Masalah lain, banyak para pesepeda merasa bukan pesepeda sejati dan kurang sreg dengan pengangkutan sepeda menggunakan kendaraan lain ke atas bukit. Gary Fischer, seorang pesepeda downhill mania, kemudian memasang gigi percepatan, sehingga sepedanya bisa naik ke atas bukit tanpa harus menggunakan kendaraan lain. Downhill mania lainnya, Joe Breeze dari California, merancang body sepeda khusus untuk naik turun gunung. Dua pesepeda inilah yang melahirkan sepeda gunung generasi pertama.

Joe Breeze di masa mudanya denga sepeda the Breezer Series I


Joe Breeze adalah salah satu tokoh yang bertanggung jawab dalam perkembangan sepeda gunung. Joe Breeze dikenal sebagai tokoh yang sukses menciptakan sepeda gunung modern pertama. Sepeda yang ia bangun pertamakali menggunakan frame khusus tanpa suspensi (hardtail), yang nantinya frame jenis ini akan disebut "sepeda gunung". Braze menjadi desainer dan sponsor acara olahraga sepeda terkenal sejak tahun 1890-an.

Ignaz Schwinn, Desainnya yang sederhana disukai oleh para loper koran



Joe Breeze di masa mudanya denga sepeda the Breezer Series I


sumber : sportku.com

Pembalap Sepeda Terbaik Sepanjang Sejarah

Ini adalah daftar dari sepuluh pembalap sepeda terbaik sepanjang sejarah. Kriteria saya adalah bahwa pembalap sepeda memiliki performa yang baik tidak hanya dalam panggung besar tahap tiga besar seperti Tour de France, Giro d'Italia dan Vuelta a España - tetapi juga di panggung kecil seperti balapan Tour de Suisse, Paris-Nice dan Dauphiné Libéré dan Klasik seperti Paris-Roubaix dan Liege-Bastogne-Liege. Serta semua pembalap sepeda yang masuk dalam daftar ini harus benar-benar terbebas dari doping...

1.Eddy Merckx
Eddy Merchx dilahirkan di Belgia pada 1945 dan menjadi yang terbaik pada balap sepeda racer dunia yang pernah ada. Dia memenangkan Tour de France 5 kali pada 1969, 1970, 1971, 1972 dan 1974, di Giro D'Italia 5 kali pada tahun 1968, 1970, 1972, 1973 dan 1974 dan Vuelta a España sekali pada tahun 1973. Merckx juga memenangkan Tour de Suisse sekali, Paris-Nice 3 kali, Dauphné-Libéré sekali, Paris-Roubaix 3 kali, Liege-Bastogne-Liege 5 kali dan Dunia Road Race Championship 3 kali. Eddy Merckx juga merupakan salah satu dari lima Riders yang memenangkan semua tiga ras besar selama karir mereka, empat yang lain adalah: Jacques Anquetil, Felice Gimondi, Bernard Hinault dan Alberto contador.


2.Bernard Hinault

Bernard Hinault dilahirkan di Perancis pada 1954, dan merupakan salah satu dari lima Riders yang memenangkan semua tiga tahap besar, dan hanya untuk memenangkan masing-masing memiliki lebih dari satu kali. Dia memenangkan Tour de France pada tahun 1978, 1979, 1981, 1982 dan 1985, di Giro D'Italia pada tahun 1980, 1982 dan 1985 dan Vuelta a España pada tahun 1978 dan 1983. Hinault juga banyak memenangkan pertandingan lain di antaranya Paris-Roubaix pada tahun 1981, Liege-Bastogne-Liege pada tahun 1977 dan 1980 dan the World Road Cycling Championship in 1980.

3.Jacques Anquetil
Jacques Anquetil dilahirkan di Perancis pada tahun 1934. Dia telah memenangkan Tour de France lima kali, di tahun 1957 dan 1961-1964, di Giro D'Italia dua kali pada tahun 1960 dan 1964, yang di Vuelta a España 1936 dan Liege-Bastogne-Liege pada tahun 1966. Anquetil juga memegang beberapa catatan:
- Dia adalah yang pertama ke Tour de France lima kali
- Dia adalah yang pertama untuk memenangkan semua tiga tahap ras besar
- Dia adalah yang pertama Perancis rider untuk memenangkan Giro D'Italia
- Dia adalah yang pertama Perancis rider memakai jersey kuning di Tour de France formulir hari pertama sampai akhir.


4.Séan Kelly

Seán Kelly dilahirkan di Irlandia pada tahun 1956, dan menjadi salah satu rider paling sukses di tahun 1980-an dan terbaik dari semua Klasik rider.termasuk memenangkan Vuelta a España pada tahun 1988, pemenang terbaik di Tour de France dan Giro D'Italia, 7 kali berturut-turut menang di Paris-Nice formulir 1982 - 1988, 2 kali memenangkan Tour de Suisse, dan Paris-Roubaix Liege-Bastogne-Liege.


5.Gino Bartali

Gino Bartali dilahirkan di Italia pada 1914. Dia telah memenangkan Tour de France dua kali, pada tahun 1938 dan 1948, kedua kali juga memenangkan mountain cpmpetition, dan Giro D'Italia tiga kali di 1936, 1937 dan 1946, juga di sini dia memenangkan mountain competition tiga kali. ia juga memenangkan Tour de Suisse di 1946 dan 1947.


6.Felice Gimondi

Felice Gimondi dilahirkan di Italia pada 1942. Pada tahun 1968 Gimondi telah nicknamed "The Phoenix" setelah memenangkan Vuelta a España, kemenangan ini membuat dia rider kedua setelah Jacques Anquetil untuk memenangkan semua tiga besar tahap perlombaan, ia adalah salah satu dari hanya lima Riders ke semua pernah memenangkan tiga kali. Gimondi memenangkan Tour de France di tahun 1965, di Giro D'Italia pada tahun 1967, 1969 dan 1973 dan Vuelta a España pada tahun 1968. Gimondi juga memenangkan Paris-Roubaix pada tahun 1966 dan World Road Bersepeda Championship pada tahun 1973.


7.Fausto Coppi

Fausto Coppi dilahirkan di Italia pada tahun 1919. Dia memenangkan Tour de France dua kali, pada tahun 1949 dan 1952, dan Giro D'Italia lima kali pada tahun 1940, 1947, 1949, 1952 dan 1953. Dia juga memenangkan Kejuaraan Dunia pada 1953, Giro di Lombardia di 1946, 1947, 1948, 1949 dan 1954, yang di Milan-Sanremo 1946, 1948 dan 1949, dan Paris-Roubaix dan La Flèche Wallonne tahun 1950.


8.Miguel Indurain

Miguel Indurain dilahirkan di Spanyol pada tahun 1964. Dia telah memenangkan Tour de France 5 kali berturut-turut dan Giro D Italia 2 kali berturut-turut. Dia juga telah memenangkan Olimpiade-Time Trial Championship pada tahun 1996 dan World Championship Waktu-Percobaan pada tahun 1995, serta memenangi dua di Dauphiné Libéré dan Paris-Nice. Indurain relatif besar dibandingkan dengan pmbalap profesional lainnya- 1,88 m (6 ft 2 in) dan 80 kg (176 lbs) - ini nama panggilan yang dia "Miguelón", yang berarti "Big Mig". Di atas karir, Miguel Indurain memiliki bentuk badan yang tidak hanya unggul bila dibandingkan dengan rata-rata orang, tetapi juga bila dibandingkan dengan sesama atlet. ia memiliki kemampuan untuk mengedarkan 7 liter darah di sekitar tubuhnya per menit, dibandingkan dengan jumlah rata-rata 3-4 liter dari orang biasa dan 5-6 liter kepada sesama Riders.


9.Lance Armstrong

Lance Armstrong pemegang rekor kemenangan dalam Tour de France dengan memenangi 7 kali berturut-turut. Armstrong juga memenangkan Tour de Suisse 2001 dan Kejuaraan Dunia bersepeda pada tahun 1993. dia mendapatkan tempat di daftar ini, tetapi karena Amstrong tidak pernah menjuarai pertandingan di Giro D'Italia, di Vuelta a España atau Klasik, saya tidak bisa memberi dia tempat lebih tinggi dalam daftar ini.


10.Jan Ullrich

Jan Ullrich adalah mantan pembalap sepeda lahir pada tahun 1973. Dia memenangkan Tour de France di tahun 1997, Jersey pada tahun 1996, 1997 dan 1998, dan ia memiliki 5 di kedua tempat wisata, julukannya: The Eternal second. Ullrich juga memenangkan Vuelta a España pada tahun 1999 dan Tour de Suisse pada tahun 2004 dan 2006. Wins terkemuka lainnya adalah Time Trial Juara Dunia pada tahun 1999 dan 2001 dan Olimpiade Road Race pada tahun 2000. Ullrich adalah sepeda racer dengan lembut, gaya atletis, tetapi dia sering mendapat bentuk selama off-season dan telah kehilangan masalah ekstra berat sebelum perlombaan balap yang besar.


sumber : http://www.woamu.mangaku.net/2009/08/pembalap-sepeda-terbaik-sepanjang.html

Bersepeda dengan Earphone Bisa Membahayakan


Bersepeda sambil mendengar musik melalui earphone berbahaya/ ist Bersepeda sambil mendengar musik melalui earphone berbahaya/ ist PERLU diketahui, menggunakan earphone atau headphone untuk mendengarkan musik dengan bersepeda, bukanlah ide yang baik. Karena, hal ini sama buruknya dibanding mendengarkan musik dan bernyanyi bersama sama di dalam kendaraan yang sedang bergerak.

Seperti di kutip The Times, melaporkan akan dimulai kampanye peringatan agar pengendara sepeda tidak menggunakan earphone atau headphone ketika bersepeda. Saat ini di Inggris sedang dilanda kebiasaan baru, dimana pengendara sepeda suka mendengarkan musik dari iPod. Masalahnya mulai jatuh korban dan pengendara sepeda juga melukai para pejalan kaki.

Asyik mendengar musik..Asyik mendengar musik..Salah satu kasus baru-baru ini, seorang pengendara sepeda meninggal karena tertabrak mobil. Dia sedang mendengarkan musik sambil bersepeda. Hal lain, seorang anak perempuan umur 6 tahun harus mengalami patah kaki akibat ditabrak pengendara sepeda di bulan Juni 2009.

Bukan ide baik mendengar musik sembari bersepeda..Bukan ide baik mendengar musik sembari bersepeda..Mendengar musik sambil bersepeda menjadi berbahaya, karena salah-satu indera manusia dihalangi. Sedangkan seorang pengendara sepeda haruslah memanfaatkan 2 indera penting seperti melihat dan mendengar.

Meski begitu, belum ada larangan resmi bagi pengendara sepeda untuk membawa iPod atau player mereka sambil berkendara sepeda di Inggris. Tetapi bila terbukti bersalah, karena dapat membahayakan orang lain akan didenda sampai £ 2,500.

Yupss, bagaimana dengan Anda, terutama pengguna sepeda di Indonesia dan komunitas pesepeda yang menjadikannya sebagai gaya hidup sehat? Tentu menjadi perhatian agar tidak terjadi kasus yang sama, sehingga kenyamanan bisa diciptaan bersama. Dan, terpenting tidak membahayakan yang lain.


sumber : http://www.tnol.co.id/id/health/8219.html

6 Gerakan Yoga Sebelum Bersepeda

Gerakan Yoga/istGerakan Yoga/istMenggowes sepeda termasuk olahraga santai, apalagi dilakukan saat-saat ‘car free day’ sambil menikmati jalanan ibu kota tanpa gangguan polusi kendaraan bermotor. Namun, meski olah raga santai para ‘genjoters’ tetap perlu melakukan stretching atau peregangan otot-otot untuk mendukung kelenturan otot saat bersepeda.

Beberapa gerakan ala Yoga berikut di bawah ini dapat membangun kekuatan dan kelenturan otot Anda saat bersepeda, sehingga terhindar dari cedera. Siapkan matras alas yoga yang lembut, busa supporting block dan tali atau latex resistance band. Tahan setiap gerakan selama 10 napas (sekitar 30 detik), tetap bernapas melalui hidung.

Adapun, beberapa gerakan yoga yang bisa Anda latih untuk meningkatkan keregangan otot diantaranya :

Downward-facing dog

Adventure...Adventure...Mulai dengan berlutut, badan membungkuk dan tangan menapak lantai. Angkat pinggul sampai membentuk huruf V-terbalik dengan tetap menjaga telapak tangan di lantai. Dapat pula menekuk lutuk jika diperlukan, serta fokuskan untuk meluruskan punggung Anda.

Manfaat : gerakan ini dapat memperpanjang otot punggung dan hamstring. Hasilnya akan memberikan tenaga lebih saat Anda mangayuh dengan tenaga dari otot belakang.

Thunderbolt Pose

Setelah usai dengan sejumlah “downward dog” langkahkan kaki mendekati tangan dan jongkoklah seolah-olah Anda menduduki kursi kecil. Gerakan ini cenderung akan memberi kurva ‘C’ besar di punggung Anda. Jika Anda ingin meningkatkan ‘core’ latihan ini, coba kencang-kendorkan perut, serta jaga posisi punggung tetap rata. Jangkau lengan Anda di atas kepala dan putar bahu kebelakang dan ke bawah untuk membuka dada Anda.

Manfaat : gerakan ini akan memberikan dampak pada sejumlah organ seperti glutes (otot-otot pantat), paha depan, paha belakang dan punggung bawah. Gerakan ini juga membantu dada lebih lapang untuk bernapas lebih ringan.

Crescent lunge

Langkahkan satu kaki maju ke posisi lunge (menyerang), tangan masih pada posisi terangkat. Fokuskan untuk menjaga posisi tumit tetap menempel pada lantai dan luruskan kaki belakang selurus mungkin. Jangan posisikan lutut depan Anda melewati posisi sejajar jari-jari kaki, karena jika demikian akan menempatkan tekanan berlebihan pada sendi. Tahan selama 5-10 napas, kemudian alih posisi.

Manfaat : menguatkan fleksor pinggang, quadriceps (otot-otot paha) dan hamstring (paha belakang).

Half-pigeon

Sepeda siapa tuh..!Sepeda siapa tuh..!Dari posisi Crescent Lunge tadi, rendahkan tubuh Anda mendekati lantai dengan kaki depan melintas di depan badan. Jika Anda tidak merasa cukup lentur, gunakan block dibawah pinggul untuk pose ini. Jangan khawatirkan seberapa rendah Anda menurunkan badan tanpa jatuh ke satu sisi. Jika memungkinkan lipat badan Anda ke depan. Tahan posisi ini 5-10 napas, kemudian tukar posisi kaki.

Manfaat : pinggul. Ini dapat mengurangi kaku pinggang dan ancaman cedera lutut terputas saat mengayuh sepeda. Ini juga akan meningkatkan efisiensi hentakan pedal.

Bridge

Baringkan tubuh Anda dengan punggung menempel ada lantai, lalu tekuk lutut dan tarik kaki ke arah bokong. Posisikan lengan disamping badan. Tarik napas, lalu keluarkan napas bersamaan dengan mengangkat panggul ke atas, sejajar dengan lutut dan tulang dada Anda ke arah dagu. Jaga posisi bahu dan kepala tetap di lantai. Gunakan kedua tangan sebagai pendukung tumpuan.

Ingat, jangan pernah memutar kepala dalam pose ini. Jika Anda memiliki kecenderungan cedera punggung atau leher. Lakukan latihan ini dengan ekstra hati-hati, tempatkan handuk lipat di bawah bahu dan di pangkal leher Anda.

Manfaat : glutes dan perut. Pose ini juga membantu memperkuat punggung dan membuka dada Anda. Pada akhirnya jangkauan ke stang akan lebih nyaman.

Recline hands-to-toes

Berbaring di lantai...Berbaring di lantai...Berbaring dengan punggung di lantai, kemudian bentangkan tali di salah satu telapak kaki Anda, anggat kaki itu sementara kaki lainnya tetap di lantai. Jika Anda merasa sulit menyeimbangkannya, jangan paksakan menganggat kaki melebihi pinggul. Regangkan betis dengan mengangkat telapak kaki dengan jempol mengarah ke langit kemudian berganti dengan menurunkan ujung jempol dan mengangkat tumit. Lakukan beberapa kali setelah menahan 5-10 nafas. Tukar posisi kaki.

Manfaat : menguatkan paha belakang.

sumber : http://www.tnol.co.id/id/uptodate/8106.html

Shimano VS SRAM

Bingung mau menggunakan komponen Shimano atau SRAM? Tenang saja saya akan berbagi sedikit info mengenai produk komponen sepeda ini. Bukannya bermaksud untuk menjelek - jelekan maupun mengunggulkan, tapi saya hanya berbagi info saja, gak ada maksud lain.

Sedikit tentang Shimano
Shimano, Inc adalah produsen multinasional Jepang dengan komponen bersepeda, memancing, dan peralatan dayung. Berkantor pusat di Sakai, Jepang, perusahaan ini memiliki 32 anak perusahaan yang dikonsolidasi dan 11 anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi. Pabrikan utamanya bermanufaktur di Kunshan, Cina, Malaysia, dan Singapura. Sedangkan penjualan perusahaan di Eropa (41% dari jumlah penjualan) dan Amerika Utara (17%). (Wikipedia)

Sedikit tentang SRAM
SRAM Corporation adalah produsen komponen sepeda yang berbasis di Chicago, Illinois. Didirikan pada tahun 1987. SRAM adalah singkatan yang terdiri dari nama pendirinya, Scott, Ray, dan Sam, (di mana Ray adalah nama tengah pimpinan perusahaan Stan Day). Pada tahun 2008, perusahaan menerima investasi strategis dari Lehman Brothers Merchant Banking, lengan ekuitas swasta Lehman Brothers. (Wikipedia)

Kelebihan Shimano
Kalau menurut saya kelebihan atau keunggulan komponen Shimano adalah harga komponen yang relatif lebih murah, mudah didapatkan karena stok banyak, setelan FD lebih tahan banting (ga gampang slek di setelan H/L), perpindahan gear lebih halus dan part dapat dijual terpisah (bisa ngecer).

Kekurangan Shimano
Dibalik kelebihan pasti ada kekurangannya. Menurut saya kekurangan komponen Shimano adalah membutuhkan pemasangan dan penyetelan yang lebih presisi, komponen lebih cepat kotor, baut penjepit kabel shifter rawan slek/dol, shifter kurang responsif, dan setelan rd atau fd gampang berubah apalagi kalau habis jatuh, hehehe.

Kelebihan SRAM
Menurut saya kelebihan SRAM adalah pemasangan dan penyetelan komponen yang lebih mudah, lebih tahan kotor, RD lebih kuat, komponen lebih awet, setelan RD maupun FD gak gampang berubah, dan shifter lebih agresif dan responsif

Kekurangan SRAM
Sedangkan untuk kekurangan SRAM adalah harganya SeRAM, perpindahan gear kasar, kurang cocok dipakai off road, setelan H/L di FD kurang kuat, stok sedikit karena mahal.

Jadi keputusan sekarang ada pada teman - teman mau menggunakan komponen Shimano atau SRAM, yang penting gowes jalan terus . . .

Resiko Sepeda Fixie

Akhir - akhir ini penggemar sepeda fixie semakin banyak. Salah satu daya tarik sepeda dengan ketidakmampuan untuk coasting atau meluncur tanpa dikayuh ini adalah simplisitasnya, kesan minimalis yang ditawarkan dari sedikitnya komponen yang terpasang. Ada juga yang buat dirt seperti video ini :






Seperti video di atas keliatannya naik fixie itu enak, padahal sih resikonya terlalu tinggi. Anda bisa mempraktekkan semua trik yang ada di video tadi. Tapi ingat, ini Indonesia. Beda! Lalu lintas di sini berbeda dengan di luar negeri. Mulai sepeda motor yang ugal - ugalan, belum lagi kemacetan dimana - mana, apalagi angkot yang tau - tau rem mendadak, wuiiiiihhhh....... Sepeda fixie kan ga bisa ngerem mendadak. Kalo masih mau tetep main sepeda fixie ya boleh - boleh aja, yang penting ada remnya. Banyak pesepeda yang naik sepeda fixie terjadi kecelakaan karena ga ada remnya. Untuk safety-nya lebih baik pasang rem, jangan main - main dengan nyawa.

Lawan Rematik dengan Bersepeda

Jakarta, Rematik adalah penyakit sendi yang menyiksa dengan nyerinya yang luar biasa dan membuat penderitanya tidak leluasa bergerak. Tapi kini penderita bisa melawan penyakit tersebut dengan bersepeda.

Seorang reumatologis penyakit anak-anak Dr Chris Scott sempat mengalami rematik beberapa tahun lalu yang membuatnya tidak mampu bekerja atau melakukan aktivitas selama 8 bulan dan hanya berada di rumah saja.

Setelah tidak menunjukkan respons terhadap pengobatan konvensional, dirinya memilih kembali bekerja dan melakukan kebugaran fisik dengan bersepeda yang merupakan bagian dari program rehabilitasi. Dan ternyata, Scott mendapatkan perubahan yang cukup signifikan bagi kesehatannya.

Program bersepeda untuk melawan rematik ini sudah terselenggara sejak tahun 2007, bertepatan dengan acara tahunan European League against Rheumatism Conference (EULAR). Dalam acara ini pasien dan perawat bekerja sama sehingga orang berbadan sehat dapat membantu pasien dengan menggunakan sepeda gandeng atau diubah menjadi sepeda berbaring yang disebut dengan "pinot".

"Olahraga bersepeda sangat baik bagi penderita penyakit rematik, karena tidak menimbulkan dampak stres pada sendi," ujar Scott, seperti dikutip dari Health24, Rabu (28/10/2009).

Selain itu, Scott juga menambahkan bahwa bersepeda bisa meningkatkan dan mempertahankan mobilitas atau pergerakan dari sendi. Bersepeda juga merupakan salah satu olahraga sosial, dimana pasien tetap bisa berinteraksi dengan orang lain.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan melakukan olahraga bersepeda adalah mau tidak mau orang tersebut akan keluar rumah, sehingga bisa menghirup udara segar dan terkena sinar matahari yang merupakan salah satu terapi yang baik dalam melawan osteoporosis. Sinar matahari pagi mengandung vitamin D untuk penguatan tulang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita rematik tidak selalu harus berbaring saja tanpa melakukan aktivitas apapun, terbukti dengan bersepeda tidak akan memperparah keadaan. Justru bisa jadi membangkitkan semangat pasien untuk melawan penyakit tersebut.

sumber : detik.com

Seli Yang Bikin Sehat

Jakarta - Ternyata ada Seli yang bikin sehat. Seli yang ini tidak ada hubungannya dengan Selly yang gemar menipu. Seperti apa Seli yang bisa membuat tubuh menjadi bugar ini?

Seli alias sepeda lipat, merupakan tren baru di kota-kota besar. Melengkapi gerakan bersepeda untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Sosoknya kecil dan bisa dilipat sehingga menjadi lebih ringkas. Seli pun bisa dibawa dengan cukup mudah masuk KRL atau busway sekalipun.

Ukuran Seli beragam, dari ukuran roda 12, 14, 16 hingga 20 inci. Harganya pun beragam, mulai ratusan ribu rupiah, hingga puluhan juta rupiah. Sekedar saran, sesuaikan dengan kocek dan kebutuhan. Tidak perlu minder berseli murah. Yang penting niatnya bersepeda untuk mengurangi polusi.

Jadi silakan kendarai Seli dari rumah. Sampai di stasiun, lipat Seli dan naik KRL. Sampai stasiun tujuan, buka kembali Seli dan kayuh sampai kantor. Waktu tempuh pun lebih cepat dan tentunya tenaga yang dikeluarkan tidak sebesar jika mengendarai sepeda dari rumah ke kantor.

Tidak heran pengguna Seli pun terus bertambah. Komunitas bersepeda ini pun makin besar. Sesama anggota komunitas bisa tukar menukar informasi dan mengikuti berbagai kegiatan menarik yang berkaitan dengan sepeda.

Jadi kalau terpikat oleh godaan Seli yang ini, bagus kan?

detik.com

Gowes pakai Gir berat atau Ringan?

Waktu saya pertama kali main sepeda gunung (mtb), saya masih awam sekali, yang saya ngerti itu cuma gowes dan gowes, hahaha. Awalnya saya main mtb di jalan raya terus, ga pernah bermain dimedan off road, wuuuuussss..... wuuuuuussssss... uda suka ngebut, hehehe. Karena saya uda merasa kuat saya coba main off road. Waduuuuhhh, ga seenteng yang dikira, ternyata berat banget! Baru pertama kali main off road langsung kunang – kunang deh, hehehe. Setelah itu saya dikasih tau temen yang juga senior kalo mau main off road harus perbanyak main power. Power? Apa itu? Ternyata power itu maksudnya gowes pakai gear berat. Wah terus kalo ada tanjakan gimana dong? Tetep aja harus pake gear berat, biar stamina gak cepet habis. Pas dicoba pakai gear berat, waduuuhh, langsung menggap – menggap kayak ikan kehabisan air. Terus dia bilang “Awalnya memang begitu, nanti kalo uda terbiasa jadi enteng”. Karena dari awal saya bermain sepeda udah terbiasa dengan menggunakan gear ringan, jadinya saya perlu beradaptasi. Saya coba latihan beberapa bulan dengan gear berat dan ternyata bener, melewati tanjakan pakai gear berat enak juga, ga kerasa berat, tenaga juga ga cepet habis, hehehe. Karena keasyikan gowes pakai gear berat saya coba praktekkan di jalanan. Enak ternyata, gak cepet capek, hehehe. Karena sekarang sudah terbiasa pakai gear berat, saya coba bermain akselarasi waktu ada diperempatan lampu merah. Lampu merah masih menyala, setelah itu terdengar suara deru mesin dari belakang. Ternyata suara deru mesin itu datang dari mobil panter yang ngebut dan berhenti tepat disebelah saya. Wah, kesempatan nih adu sepeda lawan mobil, hehehe. Begitu lampu hijau langsung start berbarengan, 200 meter pertama saya memimpin, setelah itu saya diselip, wuuuuzzzzzzzzz. Wah, masih kalah ternyata, hahaha. Jadi kalau menurut saya gowes pakai gear berat lebih enak daripada pakai gear ringan.

Lihatlah Sepeda Unik ini. Sepeda atau Traktor Kayuhkah ini ?

Kamu pasti pernah dengar tentang Monster Truck, Monster Cars, dan pernah menontonnya di TV. Tapi pernahkah kamu mendengar tentang Monster Bike? Mungkin belum pernah. Inilah dia Monster Bike, sepeda dengan konsep Monster yang pertama di dunia.


Wouter Van Den Bosch adalah seorang pelajar asal Belanda yang sekaligus mantan mekanik, telah membangun sebuah Monster Bike seberat 450 Kg, dengan memanfaatkan pipa besi, spareparts sepeda dan ban traktor yang disumbangkan oleh sebuah perusahaan tractor.


Bosch mengatakan bahwa selama beberapa tahun belakangan ini, saya telah menciptakan mechanical mutation atau mutasi mekanik, yaitu merubah fungsi dari design sebuah alat atau komponen.
Dan di tahun terakhir penyelesain gelar seni saya, saya merancang sesuatu yang besar. Enam bulan lalu saya mulai merancang monster Bike, dan mulai mengumpulkan komponen-komponen yang diperlukan dari teman-teman, dan orang yang saya kenal.
Dan saat saya mulai membangunnya, Monster Bike ini terlihat begitu fantastik. Terlepas dari apakah sepeda ini legal atau tidak untuk dikendarai, saya hanya ingin melihat rekasi orang-orang saat melihat saya menaiki sepeda ini.



sumber : http://uniksembarangan.blogspot.com/2010/10/lihatlah-sepeda-unik-ini-sepeda-atau.html

Tool Wajib Bawa Ketika Bersepeda Lewat Jalur Offroad

Sebelum berangkat bersepeda alangkah baiknya kita memeriksa kondisi sepeda kita, apakah masih layak untuk melewati medan offroad atau tidak. Jika belum sebaiknya kita men-servis-nya terlebih dahulu supaya tidak terjadi trouble ditengah jalan. Namun jika sudah layak jangan senang dahulu, tentunya kita tidak menginginkan hal yang tidak – tidak terjadi pada kita ketika ditengah jalan nanti. Pernah saya mengalami ban bocor dan rantai putus. Alangkah baiknya bila kita membawa tool yang penting namun kebanyakan orang enggan membawanya. Berikut ini beberapa tool yang wajib dibawa ketika kita hendak hendak bersepeda melewati jalur offroad :
1. Ban Dalam
Memang kedengarannya sepele, namun ban dalam sangat bermanfaat ketika kita mengalami ban bocor sewaktu kita berada di tengah hutan, tentunya ditengah hutan tidak ada tukang tambal ban.
2. Congkelan Ban
Congkelan ban amat diperlukan supaya kita tidak mengalami kesulitan membuka ban luar ketika mengganti ban dalam yang bocor. Sebenarnya bisa aja congkelan ban itu gak dipake kalo jari kita kuat, hehehe…
3. Pompa Tangan
Setelah kita mengganti ban dalam yang bocor kita dapat memompa ban yang baru kita ganti dengan pompa tangan, memang memompa ban dengan pompa tangan cukup lama, tapi namanya juga darurat, jadi ya gak bisa sampe keras, sebenarnya sih bisa sampe keras tapi kalo kita mau sabar, hehehe…
4. Pemotong rantai
Ini amat penting, karena ketika kita masuk medan offroad otomatis beban yang diterima oleh rantai makin besar, apalagi bila kita melalui medan tanjakan, tegangan pada rantai akan semakin besar sehingga rantai rawan putus. Makanya ketika saya main offroad selalu membawa pemotong rantai untuk jaga – jaga kalo rantai putus.
5. Saddle Bag
Biasanya semua peralatan tadi saya masukkan ke dalam saddle bag, biar gak repot kalo ditaruh disaku,
Copyright © 2013 My Idea and Blogger Templates - Anime OST.